
Mengapa di setiap Al-Qur'an selalu menggunakan Bahasa Arab ? Mengapa tidak memakai bahasa yang kita sukai saja ? Jawabannya ada pada di bawah ini.....
PendahuluanSebenarnya Al-Quran hanya salah satu dari sekian kitab suci yang Allah SWT turunkan. Sebelum Al-Quran, sudah tak terhitung wahyu yang turun dari langit. Yang kita hafalkan sejak TK memang hanya 4 kitab suci saja, yaitu Zabur, Taurat, Injil dan Al-Quran. Namun sebenarnya jumlah kitab suci dan firman Allah SWT itu jauh lebih banyak dari yang terbenak di otak kita.
Dari sekian banyak firman dan kitab suci itu, hanya Al-Quran saja yang berbahasa Arab. Selebihnya, Allah SWT telah berbicara kepada manusia dengan beragam bahasa manusia. Tidak mungkin Allah SWT berbicara kepada manusia dengan bahasa binantang atau bahasa alien, karena tidak akan ada gunanya.
Kepada orang yang berbahasa Ibrani, Allah berbicara dengan bahasa Ibrani. Kepada komutinas yang berbahasa Suryani, Allah SWT berbicara dengan bahasa Suryaniyah. Dan demikian seterusnya, tidak ada satu pun umat di dunia ini yang tidak didatangi pembawa peringatan. Dan masing-masing datang dengan firman dari Allah SWT berbahasa kaum itu.
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ibrahim: 4)Mengapa Al-Qur'an berbahasa Arab?Alasannya pastilah terkait dengan karakteristik Al-Qur'an itu sendiri, sehingga bahasa lain dianggap tidak layak digunakan oleh Al-Qur'an. Maka untuk menjawabnya, kita perlu tahu karakteristik Al-Qur'an itu sendiri.
1. Al-Qur'an untuk Semua Manusia
Berbeda dengan kitab suci agama sebelum Islam yang diperuntukkan khusus kepada kalangan terbatas, Al-Qur'an diperuntukkan untuk seluruh makhluk melata yang bernama manusia. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur'an haruslah bahasa yang punya posisi strategis bagi semua bangsa manusia. Dan bahasa itu adalah bahasa arab dengan sekian banyak alasannya.
a. Bahasa arab adalah bahasa tertua di dunia.
Sebagian ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab. Sebab mereka diciptakan di dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan planet bumi, maka bahasa yang dilafadzkannya tentu bahasa arab.
Kalau kemudian anak-anak Adam berkembang biak dan melahirkan jutaan bahasa yang beragam di muka bumi, semua berasal dari bahasa arab. Jadi bahasa arab memang induk dari semua bahasa yang dikenal umat manusia. Wajar pula bila Al-Qur'an yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia menggunakan bahasa yang menjadi induk semua bahasa umat manusia.
b. Bahasa Arab Paling Banyak Memiliki Kosa Kata
Sebagai induk dari semua bahasa di dunia dan tetap digunakan umat manusia hingga hari ini, wajar pula bila bahasa Arab memiliki kosa kata dan perbendaharaan yang sangat luas dan banyak. Bahkan para ahli bahasa Arab menuturkan bahwa bahasa Arab memiliki sinonim yang paling menakjubkan. Kata unta yang dalam bahasa Indonesia hanya ada satu padanannya, ternyata punya 800 padanan kata dalam bahasa arab, yang semuanya mengacu kepada satu hewan unta. Sedangkan kata 'anjing' memiliki 100-an padanan kata.
Fenomena seperti ini tidak pernah ada di dalam bahasa lain di dunia ini. Dan hanya ada di dalam bahasa arab, karena faktor usia bahasa arab yang sangat tua, tetapi tetap masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari hingga hari ini. Dengan alasan ini maka wajar pula bila Allah SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa yang dipakai di dalam Al-Qur'an.
2. Al-Qur'an Berlaku Sepanjang Masa
Berbeda dengan kitab suci agama lain yang hanya berlaku untuk masa yang terbatas, Al-Qur'an sebagai kitab suci diberlakukan untuk masa waktu yang tak terhingga, bahkan sampai datangnya kiamat. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur'an haruslah bahasa yang tetap digunakan oleh umat manusia sepanjang zaman.
Kenyataannya, sejarah manusia belum pernah mengenal sebuah bahasa pun yang tetap eksis sepanjang sejarah. Setiap bahasa punya usia, selebihnya hanya tinggal peninggalan sejarah.
Bahkan bahasa Inggris sekalipun masih mengalami kesenjangan sejarah. Maksudnya, bahasa Inggris yang digunakan pada hari ini jauh berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang Inggris di abad pertengahan. Kalau Ratu Elizabeth II masuk ke lorong waktu dan bertemu dengan 'mbah buyut'-nya, King Arthur, yang hidup di abad pertengahan, mereka tidak bisa berkomunikasi, meski sama-sama penguasa Inggris di zamannya. Mengapa?
Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda. Karena setiap bahasa mengalami perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya. Setelah beratus tahun kemudian, bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius.
Yang demikian itu tidak pernah terjadi pada bahasa Arab. Bahasa yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai orang arab yang hidup di abad ke-7 masih utuh dan sama dengan bahasa yang dipakai oleh Raja Abdullah, penguasa Saudi Arabia di abad 21 ini. Kalau seandainya keduanya bertemu dengan mesin waktu, mereka bisa 'ngobrol ngalor ngidul' hingga subuh dengan menggunakan bahasa arab.
Dengan kenyataan seperti ini, wajarlah bila Allah SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur'an Al-Kariem yang abadi. Kalau tidak, boleh jadi Al-Qur'an sudah musnah seiring dengan musnahnya bahasanya.
3. Al-Qur'an Mengandung Informasi yang Padat
Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kemampuannya menampung informasi yang padat di dalam huruf-huruf yang singkat. Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua atau tiga kata dalam bahasa arab, mampu memberikan penjelasan yang sangat luas dan mendalam. Sebuah kemampuan yang tidak pernah ada di dalam bahasa lain.
Makanya, belum pernah ada terjemahan Al-Qur'an yang bisa dibuat dengan lebih singkat dari bahasa arab aslinya. Semua bahasa umat manusia akan bertele-tele dan berpanjang-panjang ketika menguraikan isi kandungan tiap ayat. Sebagai contoh, lafadz 'ain dalam bahasa arab artinya 'mata', ternyata punya makna lain yang sangat banyak. Kalau kita buka kamus dan kita telusuri kata ini, selain bermakna mata juga punya sekian banyak makna lainnya.
Jawaban lain....Setelah periode satu kaum satu nabi dan satu kitab suci serta satu bahasa, pada bagian akhir dari masa kehidupan manusia, Allah SWT berkehendak untuk menyatukan semua bangsa-bangsa di dunia dengan hanya satu nabi, satu kitab suci dan tentunya satu bahasa kitab suci.
Untuk itu diperlukan satu bahasa yang memang punya kapasitas dan karakteristik yang unik, universal, serta istimewa. Sebab sangat tidak mungkin kitab suci terakhir itu diturunkan dalam banyak bahasa. Mengingat jumlah bahasa umat manusia di penghujung zaman ini sudah tak terhingga banyaknya.
Cukup satu bahasa saja yang digunakan, namun bahasa ini adalah bahasa yang paling istimewa dari semua sisinya. Baik dari jumlah kosa-katanya, sampai kepada strukturisasi gramatikanya.
1. Faktor Kekuatan dalam Menyampaikan Pesan (Balaghah)
Pastinya, bahasa sebuah kitab suci itu harus punya kemampuan prima dalam penyampaian pesan. Tiap kata yang digunakanbenar-benar kata pilihan, tidak asal sebut saja. Karena kitab suci itu akan menjadi sumber rujukan syariah sepanjang zaman. Tentunya kata-kata yang digunakan harus berupa pilihan kata dari bahasa yang sangat sangat kuat sisi bahasanya.
Dan barangkali bahasa selain Arab tidak punya padanannya, sehingga ketika diterjemahkan, akan kehilangan rasa dan kekuatannya.
Contoh sederhana, bahasa arab menggunakan dua kata yang berbeda untuk menyebut tuhan, yaitu ilah dan rabb. Bahasa lain tidak pernah punya pembedaan sedetail ini. Kata ilah diterjemahkan sebagai tuhan dan kata rabb juga tuhan. Padahal makna tuhan dalam kata ilah punya rasa, karakter dan pengertian rinci yang sangat jauh berbeda dengan makna tuhan dalam kata rabb.
Memang benar bahwa tiap bahasa punya idiom khas yang tidak bisa diterjemah secara sederhana ke dalam bahasa lain. Tetapi idiom dalam bahasa arab jauh lebih sempurna, banyak, serta bervariasi. Semua menggambarkan perasaan, pemikiran, ekspresi, sikap, pola pikir, budaya, moral, etika, seni dan budaya umat manusia.
Orang jawa punya idiom unik, misalnya kata-kata 'mbok yo'. Seandainya pak SBY bilang,"Mbok yo sampean jangan begitu tho, Mr. Bush." Pusing tujuh keliling penerjemah resmi Presiden RI ketika harus menerjemahkan kalimat dari mulut atasannya kepada Presiden AS. Apa terjemahan yang paling tepat dari kata mbok yo? Apakah mother yes, atau please atau apa ya?
2. Faktor Keindahan Bahasa
Yang juga tidak kalah penting adalah faktor keindahan bahasa itu ketika dibunyikan. Agar jangan sampai kitab suci ini tidak enak didengar telinga, akhirnya hanya menjadi ensiklopedi yang tersusun rapi di rak tanpa pernah disentuh, apalagi dibaca.
Al-Quran adalah kitab yang didesain untuk selalu dekat dengan manusia, dalam keadaan apapun. Karena itu membutuhkan sebah bahasa yang bisa setiap saat 'didendangkan', karena memang terdengar indah di telinga, merdu dan bikin kangen. Selain itu mudah diingat karena punya karakter yang mudah
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quraan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17)
3. Faktor Usia Bahasa
Semakin tua usia bahasa maka akan semakin luas kosa dan perbendaharaannya. Dengan demikian kapasitas bahasa itu untuk menyampaikan pesan menjadi jauh lebih lebar dan luas.
Bahasa Arab adalah bahasa yang sudah ada sejak manusia menginjakkan kaki pertama kali di planet ini. Sepanjang zaman, bahasa Arab selalu mengalami pengayaan perbendaharaan. Dan tentunya paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah.
Bahasa Inggris yang sering didengungkan sebagai bahasa pergaulan international, ternyata bahasa yang baru muncul beberapa ratus tahun terakhir ini saja. Meski bangsa Inggris kuno sudah ada jauh sebelumnya, namun para ahli sepakat bahwa bahasa yang digunakan bangsa Inggris kuno bukanlah bahasa Inggris modern sekarang ini.
Sampai ada sebuah perumpamaan yang menggelikan. Seandainya Ratu Elizabeth II ratu Inggris hari ini bertemu dengan kakek moyangnya di zaman Robinhood, misalnya King Arthur, dengan pertolongan lorong waktu, maka keduanya tidak akan menggunakan bahasa Inggris, melainkan bahasa tarzan, alias bahasa isyarat.
Mengapa? Karena bahasa masing-masing sangat berbeda, bukan hanya dalam penggunaan istilah semata, tetapi juga struktur dan cara pengungkapannya.
Adapun bahasa Arab sudah dikenal sejak zaman nabi Ismail bin Ibrahim alaihissalam. Bahkan sebagian ahli bahasa berpendapat bahwa nabi Adam sudah berbahasa Arab. Logikanya, karena beliau diciptakan di surga, sedangkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. Tentunya sejak masih di surga beliau sudah bercakap-cakap dengan isterinya, Hawwa. Dan ketika keduanya mendarat di muka bumi yang saat itu belum ada makhluk cerdasnya, bahasa Arablah yang digunakan oleh generasi pertama manusia di muka bumi.
Kalau argumentasi ini benar, maka bahasa Arab adalah bahasa manusia pertama. Tentunya juga bahasa manusia tertua di dunia ini. Dan hal ini cocok dengan teori para ahli bahasa yang mengatakan bahwa bahasa bangsa-bangsa manusia di dunia ini membentuk rumpun-rumpun yang berasal dari satu kesatuan. Maka dengan teori ini tidak salah bila dikatakan bahasa Arab adalah induk dari semua bahasa manusia.
Apalagi kalau dikorelasikan dengan jumlah kosa katanya yang sangat banyak, jauh mengungguli semua kosa kata bahasa manusia saat ini. Dan otomatis juga merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh manusia sepanjang sejarah. Bukan dalam satu kurun waktu saja.
Bahkan bahasa Inggris pun ternyata bukan bahasa yang paling banyak digunakan manusia pada saat ini. Ternyata bahasa yang paling banyak dipakai manusia di hari ini adalah bahasa Cina (Mandarin). Tapi kalau kita hitung bukan berdasarkan satu kurun waktu, tetap saja bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak dipakai oleh manusia secara total.
4. Faktor Keabadian Bahasa
Dan juga tidak lupa dari keabadian dan kekekalannya, pasti sangat menentukan. Akan jadi runyam kalau sebuah kitab suci yang berlaku sepanjang zaman, tetapi bahasanya justru sudah punah dan tidak lagi digunakan lagi oleh lidah manusia modern.
Dr. Ahmad 'Arif Al-Hijazi, doktor bahasa Arab dari Mesir pernah mengisahkan bahwa para ahli bahasa dari seluruh dunia pernah melakukan riset spektatuler. Intinya, bahasa Arab memang layak jadi bahasa kitab suci umat manusia karena akan terus abadi sepanjang zaman.
Penelitian mereka berangkat dari rasa ingin tahu tentang bahasa manusia manakah yang masih besar kemungkinannya masih digunakan oleh manusia pada beberapa abad mendatang. Hal itu mengingat bahwa kecenderungan setiap bahasa di dunia ini akan mengalami kemunduran hingga akhirnya lenyap sama sekali. Meski di masa lalu pernah menjadi bahasa yang besar, karena digunakan oleh bangsa-bangsa besar dunia.
Misalnya, bangsa Mesir kuno pernah menjadi bangsa terbesar di muka bumi ini dengan kemajuan peradaban serta teknologinya. Tentunya mereka punya bahasa tersendiri yang sangat mereka banggakan. Namun kita tahu bahwa bahasa Mesir kuno sudah terkubur bersama para Firaun di padang pasir. Hari ini hanya profesor bahasa purba saja yang bisa mengira-ngira terjemahan tulisan heliografi di tembok Pyramid.
Demikian juga dengan bahasa manusia modern sekarang ini, para ahli percaya bahwa beberapa abad ke depan, tidak akan ada lagi manusia yang berbahasa dengan bahasa yang digunakan saat ini. Lalu bagaimana kita bisa menyampaikan informasi tentang peradaban abad 21 ini kepada generasi manusia di abad-abad mendatang?
Setelah melalui beragam pengujian dan penelitian atas sejarah karakteristik berbagai bahasa manusia, akhirnya mereka sepakat bahwa bahasa arab akan tetap dipakai manusia sampai beberapa abad mendatang. Sehingga peradaban manusia bisa menitipkan ilmu dan sejarahnya lewat bahasa arab untuk disampaikan kepada manusia di masa mendatang.
KesimpulanDari uraian di atas, maka pertanyaan anda kami jawab dengan singkat:
Al-Quran bukan kitab untuk orang arab saja, tetapi untuk seluruh manusia. Mesir, Sudan, Iraq, Iran, Palestina, Jordan, Libanon, Suriah, Libia, Maroko, Tunis, sampai Aljazair dahulu bukan negeri Arab. Mereka punya bahasa sendiri-sendiri. Tetapi seiring dengan masuknya Islam ke negeri itu, maka mereka pun belajar bahasa arab, menggunakannya bahkan menjadi bahasa sehari-hari. Bahkan bahasa resmi kesultanan Islam di nusantara juga bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa kosmpopolitan dan bahasa milik dunia dan umat manusia.
Allah SWT itu memang berbeda dengan makhluknya, tetapi bukan berarti Allah tidak bisa bahasa manusia. Justru Allah SWT yang menciptakan semua bahasa manusia. Dan kalau Allah SWT berbicara kepada manusia dengan menggunakan salah satu bahasa yang telah diajarkannnya kepada manusia itu, tentu bukan berarti Allah itu berubah wujud menjadi manusia.

Waaah sudah cukup panjang yaaaa? Semoga kita terus bisa belajar dan memperdalam wawasan kita di dalam Al-Qur'an yaaaa....